Pembelajaran daring populer setelah virus corona merajalela di seluruh dunia. Pada saat virus covid 19 ini merajalela segala aktivitas kita dibatasi, dan seluruh masyarakat dihimbau untuk melakukan aktivitas dirumah dan secara online. Termasuk proses belajar mengajar. Istilah model pembelajaran daring mulanya digunakan untuk menggambarkan system belajar memanfaatkan penggunaan teknologi internet berbasis computer (Kuntarto, 2017). Pada pembelajaran daring, siswa diharapkan bisa menguasai atau memahami materi walaupun memberikannya tanpa adanya tatap muka secara langsung. Pembelajaran daring ini menuai banyak sekali kontroversi di masyarakat. Pelaksanaannya pun tentu membawa banyak sisi positif ataupun negatif meskipun begitu ipembelajaran harus tetap berlanjut. Pembelajaran daring ini mendorong guru untuk berfikir inovatif agar suasana pembelajaran semakin menarik dan tentunya siswa semakin semangat belajar serta antusias mereka dalam mengikuti pembelajaran.
Terkadang cara daring dinilai sulit. Selain itu, kemampuan teknologi dan ekonomi siswa berbeda-beda tentunya. Tidak semua siswa memiliki fasilitas yang menunjang pembelajaran daring, koneksi lemah, alat penunjang yang tidak mumpuni, dan kuota internet yang mahal menjadi hambatan nyata.
Namun dibalik semua hambatan pembelajaran daring tersebut, tentu daring masi memiliki kelebihan atau manfaat didalamnya, seperti melatih kemandirian, melatih kita menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi, menambah wawasan, waktu dan tempat yang fleksibel. Dan masih banyak lagi pengaruh dan dampak positif maupun negatif dari pembelajran daring ini. Yang terpenting adalah kesadaran bersama untuk terus semangat belajar dan memotivasi diri untuk berubah menjadi lebih baik kedepannya.