Dalam pelaksanaan perkuliahan di perguruan tinggi, beberapa dosen menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran di kelasnya. Menurut Anda, apa kelemahan dan kelebihan metode diskusi dalam perkuliahan? Tuliskanlah.
Jenis metode diskusi yang sering digunakan di dalam kelas ialah jenis metode diskusi kelompok kecil. Yang dimana guru atau dosen akan membagi para siswa(i) kedalam kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 orang disetiap kelompok, kemudian diberikan sebuah topik pembahasan atau permasalahn yang berbeda-beda, namun masih dalam ranah materi yang sama. Menurut Rochman (1993: 108) metode diskusi di jelaskan sebagai metode yang membuat siswa aktif, semua siswa memperoleh kesempatan berbicara (berdialog satusama lain) untuk bertukar fikiran dan informasi tentang suatu topik atau masalah, atau mencari kemungkinan fakta dan pembuktian yang dapat di gunakan untuk memecahkan suatu masalah.
Namun pada kenyataan nya yang saya lihat di dalam aktivitas pembelajaran diskusi di dalam kelas hanya ada beberapa orang yang berperan aktif atau berpastisipasi memberikan pendapatnya mengenai sebuah topik yang di diskusikan, mungkin mereka adalah orang-orang yang memiliki kepercayaan diri untuk berbicara didepan banyak orang dan mereka yang merasa cocok dengan metode pembelajaran diskusi ini, dan bagi orang-orang yang merasa kurang percaya diri untuk berpendapat didepan umum tentunya mereka akan pasif didalam proses pembelajaran diskusi ini, dan lebih memilih untuk sekedar memperhatikan proses diskusi berlangsung.
Ke banyakan orang beranggapan kelebihan dari metode diskusi ini dapat membuat pelajar melatih kepercayaan diri mereka untuk berbicara didepan umum, menyuarakan pendapat dan membangun argumen berbobot, berpikir kritis, mendorong para pelajar bertukar pikiran. Selanjutnya ialah berbicara mengenai kelemahan dari metode pembelajaran diskusi ini tentunya tidak terlepas bahwasannya, tentu pasti ada bebrapa siswa yang pasif atau kurang berpartisipasi secara aktif dalam proses diskusi, yang mungkin disebabkan karena pelajar kesulitan untuk mengeluarkan pendapat mereka secara ilmiah atau sistematis, juga terkadang dalam proses diskusi hanya didominasi oleh pelajar yang berani dan yang telah terbiasa berbicara, sehingga hal tersebut dapat membuat pelajar lainnya yang ingin mencoba merasa insecure